Pembunuh Berdarah Dingin Bernama IMPERIALISME
oleh: Ressy Rhoneh
Seiring perkembangan zaman penaklukan suatu negara terhadap negara lain mengalami perubahan signifikan. Apabila di zaman dahulu penaklukan atau perluasan wilayah biasanya dilakukan dengan invasi militer secara besar-besaran sebagaimana "Alexander Yang Agung" yang mempunyai daerah kekuasaan dari Yunani, Mesir, Persia hingga mencapai India ataupun kekaisaran Romawi yang membangun suatu Imperium yang mengandalkan hegomoni terhadap bangsa lain yang hampir menguasai seluruh dataran benua biru, Afrika bagian utara hingga beberapa daerah di asia barat.
Imperialisme zaman dahulu lebih identik dengan gold, gospel dan glory. Di zaman sekarang, imperealisme mengalami suatu kamuflase yang lebih halus dalam membuat ekspansi dan eksploitasi terhadap negara lain agar menjadi sumber bahan mentah dan tempat penanaman modal sebagai kapital surplus. Negara maju atau lebih populer dikatakan negara-negara dunia pertama seperti Amerika yang menguasai Informasi dengan propaganda-propagandanya atau dengan status sebagai polisi dunia yang selalu membuat standar ganda yang dilarang digunakan oleh negara lain tetapi boleh oleh mereka sendiri(oleh Amerika). Inggris dengan kekuatan politiknya, dimana Inggris dikenal sebagai negara yang mempunyai bekas jajahan terbanyak didunia yang dikenal dengan negara-negara persemakmuran. Bahkan untuk menggambarkan kekuatan politiknya inggris dikenal adigium Sun Never Sight atau Bendera Inggris selalu berkibar sepanjang masa dari terbit matahari hingga tenggelam matahari . Dimana mulai dari australia-malaysia-hongkong-india dll daerah-daerah jajahan yang mempunyai dimensi waktu yang berbeda. Sehingga, tidak heran inggris pula yang dipilih sebagai pusat waktu dunia atau GMT. Adapaun macan asia seperti Jepang yang mengusai teknologi dengan inovasi yang berbeda dengan negara-negara maju lain. seperti contoh perbedaan produksi mobil jepang, apabila mobil eropa atau amerika mahal maka mobil jepang murah. apabila mobil eropa atau amerika boros maka mobil jepang irit atau apabila mobil eropa atau amerika berat maka mobil jepang cenderung lebih ringan.
Permulaan lahirnya Imperialisme adalah negara-negara dunia pertama tersebut selalu memproduksi sesuatu namun inflasi menurun didalam negaranya sehingga berdampak pada pemborosan dan tidak maksimal memperoleh keuntungan. Oleh karena suatu lahir sistem yang merupakan wujud baru dari kapitalisme yaitu Imperialisme atau suatu sistem ekonomi mereduksi pola-pola lama pada era merkantilisme dimana yang kuat akan selalu memanfaatkan yang lemah. Imperialisme membuat negara-negara dunia pertama yang mempunyai kekuatan ekonomi, kultur, idielogi maupun agama mengekspansi dan mengeksploitasi dengan paksa sumber daya alam negara-negara dunia ketiga.
Bahkan dengan kekuatan ekonomi, negara-negara dunia ketiga mengalami suatu ketergantungan terhadap negara-negara dunia pertama. oleh karena itu, Negara dunia pertama menyadari akan bergaining position yang lemah dari negara-negara dunia ketiga sehingga dengan mudahnya mempengaruhi suatu regulasi dalam negara dunia ketiga untuk selalu memberikan jalan yang mudah bagi penghisap darah dalam menyedot semua kekayaan alamnya. sebagai contoh di Indonesia : pemerintah tidak berdaya dengan freeport yang merusak lingkungan papua, kasus minamata di teluk buyat (sulawesi uatara) yang lepas dari jeratan hukum atau pembagian blok cepu.
Dengan sistem Imperialisme seperti ini maka negara-negara dunia pertama memperoleh keuntungan yang berlipat ganda. keuntungan atas Sumber daya alam yang melimpah dan biaya buruh yang rendah dll. Memang suatu sistem kapitalis dasar seperti privatisasi, globalisasi maupun neo liberalisme menjadi momok menakutkan bagi negara yang secara ekonomi politik lemah. Namun sudah ada beberapa tokoh dunia seperti ahmadinejab, Fidel castro, evo morales maupun hugo chaves yang dengan lantang menolak kapitalisme maupun imperialisme.
Imperialisme menjadi senjata mematikan di zaman sekarang dimana untuk mengusai negara lain tidak harus secara fisik seperti perang AS vs IRAK yang banyak memakan korban atau kerugian akibat resiko perang, tapi dengan melumpuhkan secara perlahan dan membuat ketergantungan sehingga suatu negara akan mati perlahan dengan serangan penyakit kemiskinan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar