ass...wr...wb...dan salam sejahtera untuk kita semua...!!!

Beranjak dari sebuah teori cartesian, yang dipopulerkan oleh Seorang Filosof asal Prancis Rene descretes. "AKu Berfikir, karena dengan berfikir Aku ada" sehingga muncul sebuah adigium "Aku Berkarya, karena Dengan berkarya Aku dicatat". Inilah sebuah wadah yang menjadi representasi dari upaya untuk selalu berkarya dan menghasilkan sesuatu yang mungkin bisa bermanfaat untuk umat manusia. Sebuah tulisan akan lebih berharga dari seribu Retorika kosong yang menjadi budak pragmatisme bertopeng idealis.

Disini akan ada kumpulan hasil karya yang berisi tentang realitas objektif dari sudut pandang berbeda. Sudut pandang yang yang tidak memperhitungkan ukuran tubuh, mementingkan ukuran otak dan lebih mementingkan ukuran hati, tetap mengandalkan intuisi tentang suatu kebenaran yang mungkin akan sulit dijelaskan secara rasional.

Semoga kita semua akan tetap berkarya...saya...kamu...dia...mereka...atau siapapun. Maka Berkayalah..niscahya akan dicatat.
Peace Be With U............!!!
Wassalam.......................

SELAMAT MENIKMATI

Selasa, 30 Oktober 2007

Asa buat negeri tercinta

Jangan pernah lupa dari mana kita berasal
(Didedikasikan kepada teman-teman, sahabat-sahabat, suadara-saudaraku dari pelauw)

Oleh : Ressy rhoneh

Di era modern sikap dan perilaku masyarakat lebih dinamis, dimana banyak budaya-budaya baru yang lahir akibat proses asimilasi maupun akulturasi budaya. Chairil anwar : (berjuang untuk perubahan) mengatakan "jangan mau jadi pengecut, hidup sekali harus berarti, ada yang berubah, ada yang bertahan karena zaman tak bisa dilawan, yang pasti kepercayaan harus diperjuangkan. Kepercayaan yang dimaksud chairil adalah kepercayaan terhadap diri sendiri sehingga kita tidak menjadi orang lain.

Kita bisa mengambil hikmah dari cerita dalam kisah last samurai, dimana modernisasi yang terjadi di jepang membuat semua orang harus meninggalkan kebudayaan jepang dan memasuki gerbang baru jepang modern. Dimana terdapat Undang-undang yang melarang potongan rambut, pakaian maupun senjata seperti seorang samurai. Namun jendral Katsumoto tetap memperjuangkan semangat samurai hingga akhirnya harus mati terhormat dengan harakiri. diakhir cerita jepang waktu itu membuat suatu revolusi yang intinya jangan pernah lupa dari mana kita berasal. Dengan penghormatan terhadap budaya, jepang menjelma menjadi negara maju di kwasan asia bahkan diakui dunia. jepang kini bisa menjelma menjadi negara modern yang tidak lupa diri.

Pertanyaannya, bagaimana dengan kita???orang indonesia apabila pergi ke Amerika disaat kembali nada bicaranya semakin berat bagaikan bule nyasar sedangkan sebaliknya orang amerika yang ke Indonesia disaat kembali dia akan menceritakan keunikan indonesia tanpa harus berlagak kayak orang indonesia. lebih jauh dari pada itu bagaimana dengan kita saat merantau keluar dari kampung halaman tercinta???apakah melupakan dari mana kita berasal atau menjadi diri kita sendiri???

semoga dengan cerita diatas pembaca bisa merenung tentang siapa dirimu dan apa yang harus dilakukan ketika kita dirantau???

OPINI

Pembunuh Berdarah Dingin Bernama IMPERIALISME

oleh: Ressy Rhoneh

Seiring perkembangan zaman penaklukan suatu negara terhadap negara lain mengalami perubahan signifikan. Apabila di zaman dahulu penaklukan atau perluasan wilayah biasanya dilakukan dengan invasi militer secara besar-besaran sebagaimana "Alexander Yang Agung" yang mempunyai daerah kekuasaan dari Yunani, Mesir, Persia hingga mencapai India ataupun kekaisaran Romawi yang membangun suatu Imperium yang mengandalkan hegomoni terhadap bangsa lain yang hampir menguasai seluruh dataran benua biru, Afrika bagian utara hingga beberapa daerah di asia barat.

Imperialisme zaman dahulu lebih identik dengan gold, gospel dan glory. Di zaman sekarang, imperealisme mengalami suatu kamuflase yang lebih halus dalam membuat ekspansi dan eksploitasi terhadap negara lain agar menjadi sumber bahan mentah dan tempat penanaman modal sebagai kapital surplus. Negara maju atau lebih populer dikatakan negara-negara dunia pertama seperti Amerika yang menguasai Informasi dengan propaganda-propagandanya atau dengan status sebagai polisi dunia yang selalu membuat standar ganda yang dilarang digunakan oleh negara lain tetapi boleh oleh mereka sendiri(oleh Amerika). Inggris dengan kekuatan politiknya, dimana Inggris dikenal sebagai negara yang mempunyai bekas jajahan terbanyak didunia yang dikenal dengan negara-negara persemakmuran. Bahkan untuk menggambarkan kekuatan politiknya inggris dikenal adigium Sun Never Sight atau Bendera Inggris selalu berkibar sepanjang masa dari terbit matahari hingga tenggelam matahari . Dimana mulai dari australia-malaysia-hongkong-india dll daerah-daerah jajahan yang mempunyai dimensi waktu yang berbeda. Sehingga, tidak heran inggris pula yang dipilih sebagai pusat waktu dunia atau GMT. Adapaun macan asia seperti Jepang yang mengusai teknologi dengan inovasi yang berbeda dengan negara-negara maju lain. seperti contoh perbedaan produksi mobil jepang, apabila mobil eropa atau amerika mahal maka mobil jepang murah. apabila mobil eropa atau amerika boros maka mobil jepang irit atau apabila mobil eropa atau amerika berat maka mobil jepang cenderung lebih ringan.

Permulaan lahirnya Imperialisme adalah negara-negara dunia pertama tersebut selalu memproduksi sesuatu namun inflasi menurun didalam negaranya sehingga berdampak pada pemborosan dan tidak maksimal memperoleh keuntungan. Oleh karena suatu lahir sistem yang merupakan wujud baru dari kapitalisme yaitu Imperialisme atau suatu sistem ekonomi mereduksi pola-pola lama pada era merkantilisme dimana yang kuat akan selalu memanfaatkan yang lemah. Imperialisme membuat negara-negara dunia pertama yang mempunyai kekuatan ekonomi, kultur, idielogi maupun agama mengekspansi dan mengeksploitasi dengan paksa sumber daya alam negara-negara dunia ketiga.

Bahkan dengan kekuatan ekonomi, negara-negara dunia ketiga mengalami suatu ketergantungan terhadap negara-negara dunia pertama. oleh karena itu, Negara dunia pertama menyadari akan bergaining position yang lemah dari negara-negara dunia ketiga sehingga dengan mudahnya mempengaruhi suatu regulasi dalam negara dunia ketiga untuk selalu memberikan jalan yang mudah bagi penghisap darah dalam menyedot semua kekayaan alamnya. sebagai contoh di Indonesia : pemerintah tidak berdaya dengan freeport yang merusak lingkungan papua, kasus minamata di teluk buyat (sulawesi uatara) yang lepas dari jeratan hukum atau pembagian blok cepu.

Dengan sistem Imperialisme seperti ini maka negara-negara dunia pertama memperoleh keuntungan yang berlipat ganda. keuntungan atas Sumber daya alam yang melimpah dan biaya buruh yang rendah dll. Memang suatu sistem kapitalis dasar seperti privatisasi, globalisasi maupun neo liberalisme menjadi momok menakutkan bagi negara yang secara ekonomi politik lemah. Namun sudah ada beberapa tokoh dunia seperti ahmadinejab, Fidel castro, evo morales maupun hugo chaves yang dengan lantang menolak kapitalisme maupun imperialisme.

Imperialisme menjadi senjata mematikan di zaman sekarang dimana untuk mengusai negara lain tidak harus secara fisik seperti perang AS vs IRAK yang banyak memakan korban atau kerugian akibat resiko perang, tapi dengan melumpuhkan secara perlahan dan membuat ketergantungan sehingga suatu negara akan mati perlahan dengan serangan penyakit kemiskinan.

Jumat, 19 Oktober 2007

OPINI

INDONESIA MERDEKA???
Jangan sekali kali melupakan sejarah (soekarno)
Oleh : RessyRhoneh

Sebuah perkataan yang disampaikan oleh presiden pertama RI, ir Soekarno tentang makna dari sebuah sejarah. sejarah yang menciptakan perasaan nasionalisme dari perjuangan para pahlawan bangsa merebut kemerdekaan dalam perjalanan panjang yang penuh darah dan air mata. Perasaan satu bangsa satu tanah air yang berbhineka tunggal ika. Namun setelah kemerdekaan sudah direbut dari tangan penjajah apakah kemerdekaan sudah kita rasakan???

Sepenggal bait dalam lagu nasib pembantu yang dipopulerkan titi kamal dalam film mendadak dangdut cukup menggambarkan perasaan dari kaum-kaum marginal tentang arti kemerdekaan. sudah 350 tahun kita dijajah oleh penjajah namun penjajahan itu masih tetap ada cuma pelakunya yang berbeda, bangsa sendiri menjajah bangsa sendiri. Sungguh ironis kenyataan bahwa disaat negara-negara lain semacam Iran yang sedang sibuk membangun rumah-rumah gratis untuk warganya kita malah dengan bangga sibuk melakukan penggusuran disana-sini dengan alasan tata kota. Tangan-tangan besi yang tidak berhati merampas secercah harapan dari ribuan warga yang menjadi korban keserakahan.

Di Bolivia, presiden evo morales melakukan nasionalisasi terhadap perusahan-perusahan negara sedangkan kita dengan senang hati melakukan privatisasi BUMN dengan alasan untuk kepentingan negara. BUMN yang seharusnya melayani dan meringankan kepentingan masyarakat dengan subsidi-subsidi hanya bisa menjadi lintah darat karena sudah terinfeksi virus yang namanya bisnis, Virus yang hanya mencari keuntungan semata. Sedangkan Hugo chaves di Venesuela dengan bangga memperkenalkan sistem yang mewajibkan seorang dokter harus menangani minimal 9 orang rakyat miskin, sehingga semua orang mempunyai akses terhadap kesehatan. Sedangkan di Indonesia orang miskin dilarang sakit karena biaya yang sangat mahal yang hanya bisa di akses oleh kaum menengah ke atas. ketika orang-orang kaya dengan sombongnya melakukan perawatan atau pengobatan diluar negeri dengan biaya yang mahal saat itu juga banyak orang miskin yang sedang pusing memikirkan biaya pengobatan, maka jangan heran ketika orang miskin lebih suka mati perlahan dengan penyakitnya dari pada harus membayar sejumlah uang diluar kapasitasnya. Bahkan di venesuela untuk memenuhi kebutuhan dokter biasanya melakukan impor dokter. Hal ini berbanding terbalik dengan Indonesia yang menjadikan manusia sebagai komuditi ekspor berlabel TKI. Bangsa Indonesia adalah bangsa besar, bangsa yang tidak hanya besar secara wilayah dan jumlah penduduk tetapi bangsa yang besar karena sejarahnya. Akankah bangsa ini bisa kembali bersatu, bahu membahu membangun ibu pertiwi atau hanya menjadi bangsa kuli.

Sebuah pepatah cerdas mengatakan Suatu bangsa di hargai karena penghargaan terhadap sejarahnya. Berkaca dari pada itu bangsa ini bisa melakukan perubahan ketika semua warga negara menyadari pentingnya kebersamaan, persatuan dan spirit from the founding father. Bangsa ini sudah kehilangan jati diri, semangat kekeluargaan sudah terkikis oleh sikap individualistik bangsa barat. Kebanggaan sebagai bangsa indonesia semakin pudar ketika medernasisi menggilas budaya lokal sehingga sikap maupun perilaku sudah jauh dari budaya timur. Bahkan nasionalisme yang luntur akibat diskriminasi terhadap beberapa wilayah.

Sebuah pepatah kuno dari prancis L'trisson ces rufete yang artinya sejarah senangtiasa selalu berulang. Dapatkah bangsa ini mengulang memory manis menyatukan perbedaan dalam bingkai NKRI, semoga bangsa ini bisa mengambil momentum kebangkitan dengan spirit from hystori.
Smoga.......