ass...wr...wb...dan salam sejahtera untuk kita semua...!!!

Beranjak dari sebuah teori cartesian, yang dipopulerkan oleh Seorang Filosof asal Prancis Rene descretes. "AKu Berfikir, karena dengan berfikir Aku ada" sehingga muncul sebuah adigium "Aku Berkarya, karena Dengan berkarya Aku dicatat". Inilah sebuah wadah yang menjadi representasi dari upaya untuk selalu berkarya dan menghasilkan sesuatu yang mungkin bisa bermanfaat untuk umat manusia. Sebuah tulisan akan lebih berharga dari seribu Retorika kosong yang menjadi budak pragmatisme bertopeng idealis.

Disini akan ada kumpulan hasil karya yang berisi tentang realitas objektif dari sudut pandang berbeda. Sudut pandang yang yang tidak memperhitungkan ukuran tubuh, mementingkan ukuran otak dan lebih mementingkan ukuran hati, tetap mengandalkan intuisi tentang suatu kebenaran yang mungkin akan sulit dijelaskan secara rasional.

Semoga kita semua akan tetap berkarya...saya...kamu...dia...mereka...atau siapapun. Maka Berkayalah..niscahya akan dicatat.
Peace Be With U............!!!
Wassalam.......................

SELAMAT MENIKMATI

Minggu, 23 Desember 2007

Cerita

PEROKOK = ORANG GILA???



Hanya orang gila yang merokok...salah satu judul dari seorang dokter yang yang mengisi seminar mengenai bahaya rokok. Saya sebagai seorang perokok aktif merasa tersinggung karena secara tidak langsung si Dokter menuding saya sebagai orang gila. Argument dokter tersebut adalah Merokok itu hanya di isap, trus dikeluarin lagi...isap lagi keluarin lagi begitu seterusnya hingga rokok itu abis!!! hal yang didapat cuma melihat asap rokok berterbangan dan tidak memberikan hasil apapun malah memperoleh bahaya dari racun rokok. "Nah, kalau sudah seperti itu apa bukan orang gila" serunya. Pendapat dokter tersebut benar-benar membuat marah semua perokok didunia.

Salahnya saya berada dalam komunitas yang tidak merokok, sehingga seminar berjalan sangat subjektif dan selalu menyalahkan perokok. Bahkan ada statment bahwa orang yang menggunakan narkoba selalu bermula dari seorang perokok (whadoh..bener2 ngasal). Mereka(yang tidak merokok) menyalahkan perokok aktif yang menyebabkan mereka menjadi perokok pasif sehingga harus menerima perbuatan yang dilakukan orang lain. Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen dan 200 diantaranya berbahaya bagi kesehatan. racun utama dari rokok adalah tar, nikotin dan karbon monoksida. Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah dan dapat memicu kanker paru-paru. Sedangkan Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah sehingga membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.

Bahaya rokok yang bahkan sudah ditulis di setiap bungkus-bungkus rokok ternyata tidak membuat orang secara otomatis menjahui rokok. Rokok tetap menjadi primadona buat sebagian besar kaum adam bahkan sekarang banyak wanita yang sudah tidak malu lagi merokok. Sehingga Ditempat manapun kita pasti bisa menemukan orang yang merokok. Setiap perokok pasti berpendapat merokok dapat membuat pikiran lebih tenang bahkan ada juga yang bilang merokok dapat memberikan inspirasi, menambah kePDan dll, Sedangkan urusan kesehatan adalah urutan yang ke...sekian (saya percaya semua perokok tau rokok berbahaya buat kesehatan dan juga kantong..he..he..). Apabila ada pertanyaan tentang pentingnya rokok pasti muncul beraneka ragam pendapat. pendapat orang-orang yang tidak merokok mengatakan rokok hanya merusak kesehatan, pendapat orang-orang yang merokok mengatakan ada hal-hal dari merokok yang sulit dijelaskan tetapi sangat membuat nyaman, ada juga pendapat yang mengembalikan ke diri masing-masing(standar bgt)

Kembali ke Seminar...Saya sempat berfikir menyesal menghadiri seminar yang seakan-akan menghakimi saya. Tapi percayalah berkat seminar tersebuat saya sekarang sudah tidak merokok lagi sejak september 2007. Sebuah perjuangan yang membutuhkan komitmen dan akhirnya saya setuju dengan si dokter yang mengatakan setiap perokok adalah orang gila. ketakutan yang paling besar bagi saya adalah apabila saya kembali merokok berarti saya juga akan menjadi orang gila. Pada dasarnya saya tidak sepenuhnya menyalahkan perokok tetapi saya lebih menyalahkan pabrik rokok.
Semoga kalian juga bisa berhenti merusak diri kalian...!!!

Minggu, 09 Desember 2007

OPINI

SHALAT;
Kewajiban atau sebagai kebutuhan...???


Jika anda seorang muslim maka sudah sebagai suatu kewajiban untuk melakukan shalat. Shalat menjadi tiang agama atau dengan kata lain menjadi parameter seseorang dikatakan muslim. Memahami esensi shalat menjadi penting karena Shalat merupakan suatu media yang menghubungkan manusia dengan yang khaliq bahkan yang pertama kali ditanyakan ALLAH pada saat seseorang meninggal dunia adalah shalatnya. Shalat juga merupakan kewajiban yang bersifat individu atau tidak ada yang boleh mewakili shalat seseorang. Shalat juga menjadi wadah untuk bersilatuhrahmi sesama umat muslim. shalat jugalah yang dapat mencegah perbuatan keji & mungkar. Demikianlah letak pentingnya shalat dalam kehidupan setiap umat muslim.

Secara harafiah kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan. sesuatu yang harus dilakukan atau dikerjakan adalah bersifat perintah yang secara otomatis selalu disertai dengan sanksi apabila ada kelalaian. Perintah shalat kepada setiap muslim secara realitas masih banyak yang belum menjalankan secara penuh atau bahkan ada yang tidak menjalankan atau Islam KTP(tidak menjustifikasi hanya berdasarkan pengamatan subjektif penulis dalam pergaulan sehari-hari). hal ini menjadi wajar karena sanksi yang akan diterima seseorang yang tidak melaksanakan perintah shalat adalah di akhirat atau tidak ada sanksi langsung. Bahkan praktis hanya shalat jum'at yang begitu ramai dipenuhi jama'ah, sehingga orang yahudi mengatakan apabila jama'ah shalat subuh sama seperti jama'ah shalat jum'at maka dunia harus bersiap-siap atas kembalinya kejayaan umat muslim.

Sedangkan kebutuhan secara harafiah adalah sesuatu yang harus dipenuhi. Sesuatu yang harus dipenuhi bersifat pemenuhan kebutuhan yang harus dipenuhi tanpa ada paksaan, semata-mata hanya untuk kebaikan. Shalat adalah sesuatu perintah yang wajib dilakukan dan juga dapat bergeser menjadi kebutuhan ketika apabila lalai, maka hati menjadi resah dan gundah, hidup menjadi tidak tenang seakan-akan ada yang hilang dalam diri kita.

Dengan demikian untuk merefleksikan dan mengoptimalkan shalat seseorang maka shalat harus dianggap sebagai sebuah kebutuhan, layaknya menusia yang butuh makan untuk hidup. Dengan menempatkan shalat sebagai kebutuhan maka manusia tidak bisa hidup tanpa shalat, karena shalat dianggap sebagai kebutuhan rohani yang harus dipenuhi. Shalat menjadi sebuah rutinitas yang yang harus dikerjakan untuk membuat hidup lebih tenang, membuat hati terasa damai dan membuat pikiran lebih segar. Dengan dampak positif dari shalat maka kehidupan sosial yang sekarang carut marut bisa ditata kembali, karena setiap umat muslim memperlihatkan sikap yang merupakan buah dari pemahaman akidah dan pelaksanaan ibadah yang baik yaitu akhlak yang mulia.

Sehingga dengan menempatkan shalat sebagai kebutuhan maka sekaligus kita melaksanakan kewajiban dan juga dapat merasakan kedamaian dan ketenangan bathin. amin
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat...!!!what about u??