ass...wr...wb...dan salam sejahtera untuk kita semua...!!!

Beranjak dari sebuah teori cartesian, yang dipopulerkan oleh Seorang Filosof asal Prancis Rene descretes. "AKu Berfikir, karena dengan berfikir Aku ada" sehingga muncul sebuah adigium "Aku Berkarya, karena Dengan berkarya Aku dicatat". Inilah sebuah wadah yang menjadi representasi dari upaya untuk selalu berkarya dan menghasilkan sesuatu yang mungkin bisa bermanfaat untuk umat manusia. Sebuah tulisan akan lebih berharga dari seribu Retorika kosong yang menjadi budak pragmatisme bertopeng idealis.

Disini akan ada kumpulan hasil karya yang berisi tentang realitas objektif dari sudut pandang berbeda. Sudut pandang yang yang tidak memperhitungkan ukuran tubuh, mementingkan ukuran otak dan lebih mementingkan ukuran hati, tetap mengandalkan intuisi tentang suatu kebenaran yang mungkin akan sulit dijelaskan secara rasional.

Semoga kita semua akan tetap berkarya...saya...kamu...dia...mereka...atau siapapun. Maka Berkayalah..niscahya akan dicatat.
Peace Be With U............!!!
Wassalam.......................

SELAMAT MENIKMATI

Jumat, 02 November 2007

OPINI

Buruk Rupa Politik Indonesia
Politik adalah sesuatu yang putih tapi terkadang dapat juga menjadi hitam
(Gamal Abdul NaseR, Presiden pertama Mesir)

Oleh : Ressy Rhoneh

Indonesia memasuki suatu babak baru dalam peta percaturan politik sebagai damapak langsung reformasi. Demokrasi sebagai upaya untuk mewujudkan kedaulatan rakyat mengalami suatu perubahan signifikan. Dimana pemilihan umum yang sebelumnya dilakukan dengan cara pemilihan oleh anggota Legelslatif yang merupakan representatif dari masyarakat digantikan dengan cara pemilihan secara langsung oleh masyarakat yang mempunyai hak pilih sesuai ketentuan perundang-undangan. Dengan suatu sistem baru, para punggawa politik harus cekatan memikirkan strategi baru untuk memenangkan pertarungan. Gaya ortodoks yang menggunakan janji palsu, money politik, bakti sosial memang masih menjadi senjata ampuh. Jargon-jargon perubahan merupakan pembohongan untuk meraih hati pemilih.

Dengan pemilihan langsung diharapkan nantinya melahirkan pemimpin yang mendapat dukungan mayoritas masyarakat yang di pimipinnya sehingga secara otomatis seorang pemimpin akan mempunyai tanggung jawab langsung dengan pemilih. Namun, walaupun dengan suatu sistem demokrasi yang baru masih banyak sikap apriori dari sebagian masyarakat sebagai efek domino dari masa orde baru. Memang hal tersebut tergolong wajar ketika pergantian rezim orde baru menuju era reformasi hanyalah pergantian nama tetapi oknum pendukung orde baru masih saja menggenggam posisi strategis dan masih banyak yang berpasrtisipasi dalam pesta demokrasi masa sekarang.

Sistem yang mengharuskan setiap bakal calon (Balon) harus di dukung oleh partai politik atau beberapa partai politik membuat seorang balon akan terikat contract politic dengan partai pendukung. Dengan demikian akan sangat sulit mengharapkan pemimpin pro-rakyat akibat contract politik yang tentunya berisi kesepakatan-kesepakatan yang menguntungkan oknum-oknum partai pendukung. Sehingga sekarang banyak kaum intelektual yang menyuarakan adanya calon independent dalam sebuah pesta demokrasi, tentunya hal ini belum mendapat restu dari parpol yang menjadi satu-satunya kendaraan politik.

"Perubahan bukanlah slogan kosong yang datang dari atas tetapi dari pengalaman berpolitik di akar rumput" sanggah Barack hussein obama jr, satu-satunya calon presiden AS kulit hitam pertama dari partai demokrat yang memulai karir politiknya di usia 22 tahun dengan menampung keluhan-keluhan dari masyarakat yang terkadamg tidak menerimanya dengan tangan terbuka. Namun di Indonesia, Sudah menjadi rahasia umum ketika menjalang adanya pemilu/pilkada, dll banyak partai-partai politik berbondong-bondong mencuri hati rakyat dengan melakukan berbagai kegiatan sosial, membentuk karakter calon pemimpin yang merakyat ataupun melakukan kampanye dengan jargon perubahan. Namun akan segara tak bersisa ketika kepntingan atau kekuasaan telah tercapai, yang tersisa adalah janji-janjia palsu. bagaimana mungkin suatu perubahan dapat dilakukan ketika politik hanya dijadikan arena perjudian dari orang-orang yang terobsesi akan sebuah tahta.

Politik memang memberikan sesuatu efouria yang hanya sesaat, semuanya mencapai klimaks ketika tidak ada lagi kepercayaan karena yang ada hanyalah kepentingan sejati. Semoga...


Tidak ada komentar: